Kamis, 18 Agustus 2011

Di persahabatan ini

Apa yang lo harapkan dari sebuah persahabatan?
Kebersamaan kah? Tempat untuk saling berbagi? Atau
there’s something else?

Didalam persahabatan, pertama, gue menginginkan adanya rasa untuk diinginkan dimana gue merasa dibelahan dunia lain akan satu orang yang menginginkan gue untuk ada dihidupnya. entah sebagai tempat saling berbagi atau apapun itu. saat dia menangis. dia menginginkan gue untuk menghapus air matanya. saat dia senang, dia menginginkan gue untuk tertawa bersamanya. dan sebagainya.

Persahabatan emang bukan berarti setiap saat kita bisa terus barengan walopun emang indah rasanya kalo kita menghabiskan waktu bersama. Persahabatan, gue rasa, cukup diyakini oleh hati kita sendiri. setiap gue sedih, dengan inget sama mereka gue bisa balik senyum lagi. Setiap gue seneng, dengan inget mereka gue tambah seneng lagi, rasanya pengen banget berbagi kesenangan ini sama mereka. Setiap gue marah, dengan inget mereka gue bisa merasa ada bagian dari diri gue yang mengingatkan gue untuk tetap sabar. Dengan mengingat mereka setiap saat itu, bagaimanapun keadaannya, gue merasa lebih baik dari semula.

Persahabatan itu tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya kita bertengkar seperti anak kecil yang memperebutkan sebuah permen. Tapi seperti anak kecilnya, setelah kita bertengkar maka kita akan kembali baik-baik saja. Kembali main bersama dan melupakan kisah rebutan permen itu sendiri. jujur, gue pernah merasakan kisah rebutan permen itu. kesalah pahaman, kecemburuan sosial, dan sebagainya. Tapi semua kisah itu bisa gue lewatkan begitu saja dengan mengingat mereka yang tertawa ceria disamping gue.

Setiap kali kita berkumpul, selain ada rasa bahagia yang teramat sangat ada satu lagi rasa yang ada dipikiran gue. rasa akan kehilangan. Memikirkan kalo kita ngga akan bisa kaya gini lagi. Ketika gue tau kalo diantara kita mulai ada jarak yang cukup jauh, itu semakin membuat gue yakin kalo kita mungkin aja ngga akan bisa bertahan. Setiap harinya, jarak itu akan semakin jauh. Bukan maksud gue untuk membuat batas di hidup seseorang, tapi membagi sesuatu yang kita punya dengan orang lain, bukan hal yang mudah. Apalagi persahabatan. Saat satu demi satu orang yang lo inginkan itu tidak menginginkan lo lagi, atau saat orang lain itu muncul diantara lo dan sahabat lo itu rasanya akan berbeda. Ternyata gue sadar, menyakini sebuah persahabatan dengan hati itu tidak mudah. gue butuh mereka. melihat mereka, mendengar suaranya, tertawa bersamanya.

Well, setiap hubungan pasti ada cobaannya. Prinsip inipun terjadi dalam hubungan persahabatan. Ada sebuah lagu bertemakan persahabatan yang liriknya kurang lebih seperti ini:

“dan tak usah kita fikirkan ujung perjalanan ini”

Honestly, i can’t. Gue tidak bisa untuk tidak memikirkan ujung persahabatan kita ini. tidak memikirkan mereka yang selama bertahun-tahun ada disamping gue dan menghiasi lembaran kertas putih ini. gue selalu memikirkannya. Apakah persahabatan kita akan berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.

Just wait, that is the answer. Dan lihat bagaiamana persahabatan ini akan berakhir? Siapa yang akan bertahan sampai garis finish? Atau akan ada peserta yang menyerah terlebih dahulu? Ya, i’m ready to see what will happen to our friendship tomorrow.