GUE BUTUH PULSAAAAAA!!!!
Aaaaa~ susah nyari pulsa malem-malem gini buat gue, yang sangat amat males jalan ini. sementara keadaan mewajibkan gue butuh pulsa. Ajegile, oke punya bat ngga nih gue butuh pulsa aja langsung posting ke blog wkwkw. Anyway, bukan gue-yang-butuh-pulsa-ini yang mau gue share tapi... moment-moment kece pas gue dulu jadi tukang pulsa.
Jadi dulu pas gue kelas 2, gue sempet mendedikasikan diri jadi tukang pulsa. Niat hati sih pengen dapet pulsa gratisan setiap saat tapi niatan itu ngga berlangsung lama. Gue akhirnya menyerah setelah dapet bertubi-tubi cobaan berupa hutang yang menggunung yang ngga dibayar-bayar. Dan ini nih yang bikin gue pusing butek ngebul kepala gue, mikirin gimana caranya nagih duit hutang ke temen. Kampret ngga sih?
Gue selalu males, selalu bete tiap inget temen gue punya hutang sama gue. bukannya mau su’udzon atau gimana, tapi gue selalu bete tiap inget gimana cara nagihnya. Ya secara kita kan temenan, masa gue dengan tega nagih hutang mulu sih? belum lagi kalau ada tatapan mata supersinis yang dengan mudahnya bersu’udzon ria ke gue seolah-olah ngomong “njs banget sih itu tukang pulsa, masa sama temen aja nagih utang mulu..” atau “sama temen sendiri aja peritungan banget”
Gue cuman ngelus dada.
Gue kan juga cuman manusia biasa kali. Gue butuh duit sendiri, ngga terus-terusan ngandelin nyokap gue buat bayar keperluan gue ini-itu. satu-satunya penghasilan gue ya cuman dari jualan pulsa itu. kalau diutangin terus ya gimana gue mau beli saldo lagi, gimana gue mau dapet duit lagi-_-
Stop.
Jumat, 07 Oktober 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
Di persahabatan ini
Apa yang lo harapkan dari sebuah persahabatan?
Kebersamaan kah? Tempat untuk saling berbagi? Atau there’s something else?
Didalam persahabatan, pertama, gue menginginkan adanya rasa untuk diinginkan dimana gue merasa dibelahan dunia lain akan satu orang yang menginginkan gue untuk ada dihidupnya. entah sebagai tempat saling berbagi atau apapun itu. saat dia menangis. dia menginginkan gue untuk menghapus air matanya. saat dia senang, dia menginginkan gue untuk tertawa bersamanya. dan sebagainya.
Persahabatan emang bukan berarti setiap saat kita bisa terus barengan walopun emang indah rasanya kalo kita menghabiskan waktu bersama. Persahabatan, gue rasa, cukup diyakini oleh hati kita sendiri. setiap gue sedih, dengan inget sama mereka gue bisa balik senyum lagi. Setiap gue seneng, dengan inget mereka gue tambah seneng lagi, rasanya pengen banget berbagi kesenangan ini sama mereka. Setiap gue marah, dengan inget mereka gue bisa merasa ada bagian dari diri gue yang mengingatkan gue untuk tetap sabar. Dengan mengingat mereka setiap saat itu, bagaimanapun keadaannya, gue merasa lebih baik dari semula.
Persahabatan itu tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya kita bertengkar seperti anak kecil yang memperebutkan sebuah permen. Tapi seperti anak kecilnya, setelah kita bertengkar maka kita akan kembali baik-baik saja. Kembali main bersama dan melupakan kisah rebutan permen itu sendiri. jujur, gue pernah merasakan kisah rebutan permen itu. kesalah pahaman, kecemburuan sosial, dan sebagainya. Tapi semua kisah itu bisa gue lewatkan begitu saja dengan mengingat mereka yang tertawa ceria disamping gue.
Setiap kali kita berkumpul, selain ada rasa bahagia yang teramat sangat ada satu lagi rasa yang ada dipikiran gue. rasa akan kehilangan. Memikirkan kalo kita ngga akan bisa kaya gini lagi. Ketika gue tau kalo diantara kita mulai ada jarak yang cukup jauh, itu semakin membuat gue yakin kalo kita mungkin aja ngga akan bisa bertahan. Setiap harinya, jarak itu akan semakin jauh. Bukan maksud gue untuk membuat batas di hidup seseorang, tapi membagi sesuatu yang kita punya dengan orang lain, bukan hal yang mudah. Apalagi persahabatan. Saat satu demi satu orang yang lo inginkan itu tidak menginginkan lo lagi, atau saat orang lain itu muncul diantara lo dan sahabat lo itu rasanya akan berbeda. Ternyata gue sadar, menyakini sebuah persahabatan dengan hati itu tidak mudah. gue butuh mereka. melihat mereka, mendengar suaranya, tertawa bersamanya.
Well, setiap hubungan pasti ada cobaannya. Prinsip inipun terjadi dalam hubungan persahabatan. Ada sebuah lagu bertemakan persahabatan yang liriknya kurang lebih seperti ini:
“dan tak usah kita fikirkan ujung perjalanan ini”
Honestly, i can’t. Gue tidak bisa untuk tidak memikirkan ujung persahabatan kita ini. tidak memikirkan mereka yang selama bertahun-tahun ada disamping gue dan menghiasi lembaran kertas putih ini. gue selalu memikirkannya. Apakah persahabatan kita akan berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.
Just wait, that is the answer. Dan lihat bagaiamana persahabatan ini akan berakhir? Siapa yang akan bertahan sampai garis finish? Atau akan ada peserta yang menyerah terlebih dahulu? Ya, i’m ready to see what will happen to our friendship tomorrow.
Kebersamaan kah? Tempat untuk saling berbagi? Atau there’s something else?
Didalam persahabatan, pertama, gue menginginkan adanya rasa untuk diinginkan dimana gue merasa dibelahan dunia lain akan satu orang yang menginginkan gue untuk ada dihidupnya. entah sebagai tempat saling berbagi atau apapun itu. saat dia menangis. dia menginginkan gue untuk menghapus air matanya. saat dia senang, dia menginginkan gue untuk tertawa bersamanya. dan sebagainya.
Persahabatan emang bukan berarti setiap saat kita bisa terus barengan walopun emang indah rasanya kalo kita menghabiskan waktu bersama. Persahabatan, gue rasa, cukup diyakini oleh hati kita sendiri. setiap gue sedih, dengan inget sama mereka gue bisa balik senyum lagi. Setiap gue seneng, dengan inget mereka gue tambah seneng lagi, rasanya pengen banget berbagi kesenangan ini sama mereka. Setiap gue marah, dengan inget mereka gue bisa merasa ada bagian dari diri gue yang mengingatkan gue untuk tetap sabar. Dengan mengingat mereka setiap saat itu, bagaimanapun keadaannya, gue merasa lebih baik dari semula.
Persahabatan itu tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya kita bertengkar seperti anak kecil yang memperebutkan sebuah permen. Tapi seperti anak kecilnya, setelah kita bertengkar maka kita akan kembali baik-baik saja. Kembali main bersama dan melupakan kisah rebutan permen itu sendiri. jujur, gue pernah merasakan kisah rebutan permen itu. kesalah pahaman, kecemburuan sosial, dan sebagainya. Tapi semua kisah itu bisa gue lewatkan begitu saja dengan mengingat mereka yang tertawa ceria disamping gue.
Setiap kali kita berkumpul, selain ada rasa bahagia yang teramat sangat ada satu lagi rasa yang ada dipikiran gue. rasa akan kehilangan. Memikirkan kalo kita ngga akan bisa kaya gini lagi. Ketika gue tau kalo diantara kita mulai ada jarak yang cukup jauh, itu semakin membuat gue yakin kalo kita mungkin aja ngga akan bisa bertahan. Setiap harinya, jarak itu akan semakin jauh. Bukan maksud gue untuk membuat batas di hidup seseorang, tapi membagi sesuatu yang kita punya dengan orang lain, bukan hal yang mudah. Apalagi persahabatan. Saat satu demi satu orang yang lo inginkan itu tidak menginginkan lo lagi, atau saat orang lain itu muncul diantara lo dan sahabat lo itu rasanya akan berbeda. Ternyata gue sadar, menyakini sebuah persahabatan dengan hati itu tidak mudah. gue butuh mereka. melihat mereka, mendengar suaranya, tertawa bersamanya.
Well, setiap hubungan pasti ada cobaannya. Prinsip inipun terjadi dalam hubungan persahabatan. Ada sebuah lagu bertemakan persahabatan yang liriknya kurang lebih seperti ini:
“dan tak usah kita fikirkan ujung perjalanan ini”
Honestly, i can’t. Gue tidak bisa untuk tidak memikirkan ujung persahabatan kita ini. tidak memikirkan mereka yang selama bertahun-tahun ada disamping gue dan menghiasi lembaran kertas putih ini. gue selalu memikirkannya. Apakah persahabatan kita akan berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.
Just wait, that is the answer. Dan lihat bagaiamana persahabatan ini akan berakhir? Siapa yang akan bertahan sampai garis finish? Atau akan ada peserta yang menyerah terlebih dahulu? Ya, i’m ready to see what will happen to our friendship tomorrow.
Minggu, 29 Mei 2011
c u r h a t.
Gue depresi. Tertekan.
Tugas sekolah terlalu banyak banget. ngga ada yang kelar, ngga ada yang tersusun dengan rapih, ngga ada yang bisa bikin gue sedikit bangga karena gue yang ngerjain. Semuanya berantakan. Absurd.
Seandainya aja gue punya kesempatan buat curhat sama guru-guru itu, gue udah bikin kata-kata superduperpanjang yang bisa mewakili hati gue dan banyak pelajar lainnya tapi kalo emang kesempatan itu dateng mungkin gue bakal bilang kaya gini: “Sebagai seorang pelajar, saya merasa lelah.”
Saking lelahnya gue, gue cuman bisa bilang kayak gitu. Lelah ngejar nilai, lelah ngejar selembar kertas penuh corat-coret diatasnya, yang dikasih nama ijasah.
Tugas sekolah terlalu banyak banget. ngga ada yang kelar, ngga ada yang tersusun dengan rapih, ngga ada yang bisa bikin gue sedikit bangga karena gue yang ngerjain. Semuanya berantakan. Absurd.
Seandainya aja gue punya kesempatan buat curhat sama guru-guru itu, gue udah bikin kata-kata superduperpanjang yang bisa mewakili hati gue dan banyak pelajar lainnya tapi kalo emang kesempatan itu dateng mungkin gue bakal bilang kaya gini: “Sebagai seorang pelajar, saya merasa lelah.”
Saking lelahnya gue, gue cuman bisa bilang kayak gitu. Lelah ngejar nilai, lelah ngejar selembar kertas penuh corat-coret diatasnya, yang dikasih nama ijasah.
Senin, 25 April 2011
postingan yang ditulis pas yang nulisnya ingusan.
Jarang banget deh gue nulis postingan yang model begini, mungkin pernah tapi engga akan ngebahas gue sampe sebodoh ini deh. dan postingan ini mungkin bisa menjelaskan sebagian sisi dari gue yang menurut orang engga bisa diliat orang lain.
Gue adalah tipe orang yang engga suka diperhatiin orang lain. engga suka diliatin. Kalo gue ngomong sama orang, akan sangat jarang gue memperhatikan mata mereka 100% karena gue ngga mau mereka balik natap gue. kalo gue ngomong sama orang dalam jumlah yang lebih dari 1, dan pas gue ngomong mereka semua menyimak gue dengan baik dan balik ngeliatin gue, gue bakal stop ngomong atau engga, langsung buang muka dan bilang, “jangan liatin gue!”. alasannya? Gue engga tau kenapa. Gue cuman engga mau ‘diliat’.
Gue adalah tipe orang yang tertutup. Gue mencoba dan selalu berusaha untuk mengenali orang disekitar gue luar dan dalam. Mencoba mengerti sifat mereka dan menyesuaikan diri dengan mereka. Tapi engga tau kenapa gue sulit untuk ngebiarin orang kenal gue luar-dalam. Gue terlalu tertutup untuk beberapa urusan. Ada beberapa hal yang engga bisa gue jelasin tentang diri gue sendiri, bukan karna gue engga mau tapi emang karna gue juga engga tau. Gue sangat gampang untuk percaya sama orang lain tapi untuk ngerasa aman sama mereka itu susah. Makanya gue jarang sampe bisa cerita hal-hal yang pribadi ke orang lain. gue akan selektif memilih orang. Orang yang bisa ngasih gue rasa aman yang superlah yang bakal gue pilih. Gue mencoba memahami masalah orang lain dan membantu mereka sebisa gue tapi engga semudah itu gue ngebiarin orang lain buat memahami masalah gue.
Gue adalah tipe orang yang engga suka jalan didepan. engga suka bicara didepan orang umum. engga suka segala sesuatu hal yang dilakukan didepan umum. karna itu gue lebih suka duduk dipojok ruangan atau seengganya di belakang orang. Gue lebih suka jalan dibelakang. Gue lebih suka duduk dikursi gue ketika anak-anak di kelas gue berebutan untuk ngerjain soal kimia di papan tulis. Ada beberapa perbedaan antara gue yang engga terbiasa dengan gue yang engga suka. kalo gue engga terbiasa, ketika gue mulai terbiasa gue akan ngelakuin hal itu tapi kalo gue engga suka, sekalipun gue terbiasa ngelakuinnya gue tetep engga bakal ngelakuin hal itu.
Mungkin cuman 3 point yang bisa gue jelasin untuk saat ini tapi untuk semua kesalahan yang udah gue bikin ataupun semua kegiatan yang gue lakuin sampe bikin kesalahpahaman, honestly gue engga bermaksud buat ngelakuin itu semua. Sumpah. Untuk setiap kalimat yang gue omongin, yang bikin banyak orang engga suka atau bikin orang lain terpojok dan putus asa, gue juga engga bermaksud untuk bikin orang lain seperti itu. Gue cuman berusaha untuk menjadi diri gue sendiri. gue cuman pengen jadi cewek yang biasa-biasa aja. yang bener-bener biasa.
Dan kalo gue udah banyak dapet ‘julukan’, gue engga marah soal itu. gue juga engga tersinggung untuk itu. itu hak orang lain untuk menjudge gue seperti itu dan kalo menurut mereka gue seperti itu, ya engga apa-apa. Yang tau diri gue sebenernya kan cuman gue sama Allah. Palingan gue nyoba jadi diri gue yang lebih baik lagi aja.
Dan untuk beberapa orang yang udah pernah gue kecewain, gue banyak-banyak bilang SORRY deh buat kalian. Gue bener-bener engga bermaksud buat ngelakuin itu.
Gue punya harapan, sama seperti orang lain. harapan tentang gue sendiri dan harapan tentang orang-orang yang ada disekitar gue. akan jadi sangat menyedihkan kalo harapan itu terbang begitu aja dan engga bisa gue raih lagi tapi dengan begitu, gue engga akan lupa untuk ngebuat harapan baru lagi. Harapan yang bisa gue raih dengan tangan gue sendiri. segala sesuatu yang besar itu bermula dari sebuah harapan yang kecil. Dan kalo emang harapan itu engga bisa dibuat lagi, cuman ada satu cara buat balikin harapan gue lagi. Berjuang buat ngeraih harapan gue lagi. Dan kalo emang harapan itu pantas buat gue perjuangin, gue engga akan ragu buat ngejar harapan gue yang udah terbang kayak kupu-kupu. Gue bakal bikin jaring dan lari sekenceng-kencengnya buat nangkep harapan gue lagi.
Balik lagi ke orang-orang yang gue kecewain. Sekali lagi gue bakal bilang SORRY buat kalian. Mungkin maaf ini engga akan gampang kalian terima tapi yang perlu kalian tau adalah gue bener-bener tulus, ikhlas buat sampein ini ke kalian. Dan untuk setiap harapan kalian yang udah gue biarin terbang, gue bakal nyoba buat bikin harapan baru untuk kalian walopun akan berbeda dengan yang kalian bayangkan tapi ini adalah yang terbaik yang bisa gue tawarin. Gue engga nyoba ngasih harapan palsu ataupun janji tanpa bukti, gue cuman nawarin persahabatan baru buat kita.
Dan satu lagi, untuk orang-orang yang gue-belom-bisa-terbuka-sama-kalian, gue pengen banget cerita banyak ke kalian, gue pengen kalian mengenali masalah gue seperti gue mengenali masalah kalian tapi mungkin untuk saat ini belum saatnya. Maaf menyusahkan kalian selama ini.
Gue adalah tipe orang yang engga suka diperhatiin orang lain. engga suka diliatin. Kalo gue ngomong sama orang, akan sangat jarang gue memperhatikan mata mereka 100% karena gue ngga mau mereka balik natap gue. kalo gue ngomong sama orang dalam jumlah yang lebih dari 1, dan pas gue ngomong mereka semua menyimak gue dengan baik dan balik ngeliatin gue, gue bakal stop ngomong atau engga, langsung buang muka dan bilang, “jangan liatin gue!”. alasannya? Gue engga tau kenapa. Gue cuman engga mau ‘diliat’.
Gue adalah tipe orang yang tertutup. Gue mencoba dan selalu berusaha untuk mengenali orang disekitar gue luar dan dalam. Mencoba mengerti sifat mereka dan menyesuaikan diri dengan mereka. Tapi engga tau kenapa gue sulit untuk ngebiarin orang kenal gue luar-dalam. Gue terlalu tertutup untuk beberapa urusan. Ada beberapa hal yang engga bisa gue jelasin tentang diri gue sendiri, bukan karna gue engga mau tapi emang karna gue juga engga tau. Gue sangat gampang untuk percaya sama orang lain tapi untuk ngerasa aman sama mereka itu susah. Makanya gue jarang sampe bisa cerita hal-hal yang pribadi ke orang lain. gue akan selektif memilih orang. Orang yang bisa ngasih gue rasa aman yang superlah yang bakal gue pilih. Gue mencoba memahami masalah orang lain dan membantu mereka sebisa gue tapi engga semudah itu gue ngebiarin orang lain buat memahami masalah gue.
Gue adalah tipe orang yang engga suka jalan didepan. engga suka bicara didepan orang umum. engga suka segala sesuatu hal yang dilakukan didepan umum. karna itu gue lebih suka duduk dipojok ruangan atau seengganya di belakang orang. Gue lebih suka jalan dibelakang. Gue lebih suka duduk dikursi gue ketika anak-anak di kelas gue berebutan untuk ngerjain soal kimia di papan tulis. Ada beberapa perbedaan antara gue yang engga terbiasa dengan gue yang engga suka. kalo gue engga terbiasa, ketika gue mulai terbiasa gue akan ngelakuin hal itu tapi kalo gue engga suka, sekalipun gue terbiasa ngelakuinnya gue tetep engga bakal ngelakuin hal itu.
Mungkin cuman 3 point yang bisa gue jelasin untuk saat ini tapi untuk semua kesalahan yang udah gue bikin ataupun semua kegiatan yang gue lakuin sampe bikin kesalahpahaman, honestly gue engga bermaksud buat ngelakuin itu semua. Sumpah. Untuk setiap kalimat yang gue omongin, yang bikin banyak orang engga suka atau bikin orang lain terpojok dan putus asa, gue juga engga bermaksud untuk bikin orang lain seperti itu. Gue cuman berusaha untuk menjadi diri gue sendiri. gue cuman pengen jadi cewek yang biasa-biasa aja. yang bener-bener biasa.
Dan kalo gue udah banyak dapet ‘julukan’, gue engga marah soal itu. gue juga engga tersinggung untuk itu. itu hak orang lain untuk menjudge gue seperti itu dan kalo menurut mereka gue seperti itu, ya engga apa-apa. Yang tau diri gue sebenernya kan cuman gue sama Allah. Palingan gue nyoba jadi diri gue yang lebih baik lagi aja.
Dan untuk beberapa orang yang udah pernah gue kecewain, gue banyak-banyak bilang SORRY deh buat kalian. Gue bener-bener engga bermaksud buat ngelakuin itu.
Gue punya harapan, sama seperti orang lain. harapan tentang gue sendiri dan harapan tentang orang-orang yang ada disekitar gue. akan jadi sangat menyedihkan kalo harapan itu terbang begitu aja dan engga bisa gue raih lagi tapi dengan begitu, gue engga akan lupa untuk ngebuat harapan baru lagi. Harapan yang bisa gue raih dengan tangan gue sendiri. segala sesuatu yang besar itu bermula dari sebuah harapan yang kecil. Dan kalo emang harapan itu engga bisa dibuat lagi, cuman ada satu cara buat balikin harapan gue lagi. Berjuang buat ngeraih harapan gue lagi. Dan kalo emang harapan itu pantas buat gue perjuangin, gue engga akan ragu buat ngejar harapan gue yang udah terbang kayak kupu-kupu. Gue bakal bikin jaring dan lari sekenceng-kencengnya buat nangkep harapan gue lagi.
Balik lagi ke orang-orang yang gue kecewain. Sekali lagi gue bakal bilang SORRY buat kalian. Mungkin maaf ini engga akan gampang kalian terima tapi yang perlu kalian tau adalah gue bener-bener tulus, ikhlas buat sampein ini ke kalian. Dan untuk setiap harapan kalian yang udah gue biarin terbang, gue bakal nyoba buat bikin harapan baru untuk kalian walopun akan berbeda dengan yang kalian bayangkan tapi ini adalah yang terbaik yang bisa gue tawarin. Gue engga nyoba ngasih harapan palsu ataupun janji tanpa bukti, gue cuman nawarin persahabatan baru buat kita.
Dan satu lagi, untuk orang-orang yang gue-belom-bisa-terbuka-sama-kalian, gue pengen banget cerita banyak ke kalian, gue pengen kalian mengenali masalah gue seperti gue mengenali masalah kalian tapi mungkin untuk saat ini belum saatnya. Maaf menyusahkan kalian selama ini.
Sabtu, 23 April 2011
antara Blue Mall, Ar*z dan blog-yang-mirip-jejaring-sosial.
20 April 2011
Gue dan eleseve lagi asik ngerjain tugas sekolah pas NINDYO HARDIANTO dateng ke rumah Adut. Gue lagi asik duduk di pojokan ruangan sambil smsan sama Dini Islami, yang lagi reunian di Blue Mall sama temen SMP-nya, pas Dyo dateng. Abis itu kita (baca: eleseve) ngobrol-ngobrol panjang lebar engga karuan sampe pada akhirnya Dyo ngebuka topik baru.
Dyo : “Eh kita ke blue mall aja yuk!”
Laras : “Ngapain, Yo? Ada inbox?”
Gue : “(duduk diam sambil bales smsnya Dini)..”
Dyo : “Ada dini...”
All eleseve : “...(Hening)”
Laras : “(siap-siap meledak) Hah? Yo, gue bela-belain engga ada STNK, mana ujan, petir dimana-dimana ke Blue Mall cuman mau ketemu Dini doang? Kayak hari sabtu engga ketemu aja sama si Dini”
Dampaknya ->
23 April 2011
Laras : “Itu tuh si Dyo ngajakin ke Blue Mall ujan-ujan, mana gue engga bawa STNK, petir dimana-mana cuman mau ngeliat si Dini doang. Gue kira mah ada artis apaan gitu yak!!?”
Gue dari tempat duduk gue menyimak si Laras dan langsung ngomong ke Dini kayak gini,
Gue : “Haha din, ke Blue Mall yuk!”
Ari : “Ada apaan?”
Gue : “Ada Dini haha”
***********************************************************************
22 April 2011
Sekitar jam 07:29 gue lagi smsan sama Dini Islami pas tiba-tiba isi smsnya bikin shock tegangan tinggi.
Dini : “Oh iya, Tam, dapet salam dari Ar*z (nama samaran, engga mau frontal bikin gosip sembarangan)”
Note: jadi si Ar*z, yang namanya gue samarin terus gue kasih bintang itu temen gue pas kelas 10 tapi sekarang dia udah pindah.
Gue : “Ah? Ar*z? Masih inget dia sama gue?”
Dini : “Iya, dia lagi disamping gue terus liat gue smsan sama lo. Ya ampun tam, cakep banget dah tuh orang sekarang”
Gue : “Ah? Masa sih cakep banget? paling mukanya engga banyak berubah. Yaudah deh salamin balik aja”
Dini : “Iya deh gue salamin lagi haha. Keren banget tam sekarang”
Gue : “Ah paling efek lighting kali din jadi keliatannya waw banget gitu”
Dini : “Yaelah tam suer deh, keluar dari 9 malah tambah waw haha”
Gue : “Yasudahlah...”
Dampaknya ->
Hari ini Dini sama Ari duduk dibelakang meja gue sama Andini dan pas mapel kesenian, kita bukannya nyatet tentang akor dan harmoni, yang lagi diajarin pak Yoyok malah ngobrol.
Dini : “Cie Tami dapet salam dari Ar*z haha”
Andini : “Ar*z siapa? Yang temen kita pas kelas 10?”
Dini : “Iya haha”
Gue : “Ih apaan sih? (cengar-cengir kuda)”
Dini : “Tenang, Tam, gue salamin balik deh. dia makin cakep loh, Tam”
Gue : “Apaan sih, Din?”
Andini : “Aaaa~ Tami kan ada perasaan yak sama Ar*z? Haha”
Gue : “Sumpah, Din, kaga, orang cuman nitip salam doang deh”
Andini : “Aaaaa~ haha”
***********************************************************************
23 April 2011
Gue sama Dini lagi ngobrolin blognya Dini yang baru jadi pas Diwa dateng dan niat belajar kimia sama anak-anak. Gue sama Dini masih aja ngomongin blog dan dengan muka innocent yang aneh, tiba-tiba Diwa ngajak Dini ngobrol.
Diwa : “Lo punya blog, bu?”
Dini : “Iya punya”
Diwa : “Itu isinya tentang apa?”
Dini : “Ya tentang curhatan guelah, Wa”
Diwa : “Iya, maksud gue kan ada yang kayak jejaring sosial gitu kan. gue pengen tuh bikin yang kayak begitu”
Gue : “... (merhatiin 2 orang ini ngobrol ngomongin blog-yang-mirip-jejaring-sosial)”
Dini : “Apaan sih, Diw? Tam, lo ngerti engga?”
Gue : “(tiba-tiba dapet wangsit dadakan) itu mah website kali, Diw, kalo gue sama Dini mah blog pribadi”
Diwa : “Oh iya, website..”
Dampak dari semua peristiwa diatas kerasa banget buat gue, Dini, dan Diwa. Kita jadi saling ngecengin satu sama lain engga berenti-berenti.
Gue : “Udah deh Din, kita ke Blue Mall aja terus buka blog-yang-mirip-jejaring-sosial haha (ketawa geli sambil ngeliatin muka gondoknya Dini sama Diwa)”
Dini : “Iya, Tam, terusnya duduknya disebelah Ar*z kaaaan? (nyoba bales dendam)”
Diwa : “Ah emang B(rengsek) lo tam”
Gue dan eleseve lagi asik ngerjain tugas sekolah pas NINDYO HARDIANTO dateng ke rumah Adut. Gue lagi asik duduk di pojokan ruangan sambil smsan sama Dini Islami, yang lagi reunian di Blue Mall sama temen SMP-nya, pas Dyo dateng. Abis itu kita (baca: eleseve) ngobrol-ngobrol panjang lebar engga karuan sampe pada akhirnya Dyo ngebuka topik baru.
Dyo : “Eh kita ke blue mall aja yuk!”
Laras : “Ngapain, Yo? Ada inbox?”
Gue : “(duduk diam sambil bales smsnya Dini)..”
Dyo : “Ada dini...”
All eleseve : “...(Hening)”
Laras : “(siap-siap meledak) Hah? Yo, gue bela-belain engga ada STNK, mana ujan, petir dimana-dimana ke Blue Mall cuman mau ketemu Dini doang? Kayak hari sabtu engga ketemu aja sama si Dini”
Dampaknya ->
23 April 2011
Laras : “Itu tuh si Dyo ngajakin ke Blue Mall ujan-ujan, mana gue engga bawa STNK, petir dimana-mana cuman mau ngeliat si Dini doang. Gue kira mah ada artis apaan gitu yak!!?”
Gue dari tempat duduk gue menyimak si Laras dan langsung ngomong ke Dini kayak gini,
Gue : “Haha din, ke Blue Mall yuk!”
Ari : “Ada apaan?”
Gue : “Ada Dini haha”
***********************************************************************
22 April 2011
Sekitar jam 07:29 gue lagi smsan sama Dini Islami pas tiba-tiba isi smsnya bikin shock tegangan tinggi.
Dini : “Oh iya, Tam, dapet salam dari Ar*z (nama samaran, engga mau frontal bikin gosip sembarangan)”
Note: jadi si Ar*z, yang namanya gue samarin terus gue kasih bintang itu temen gue pas kelas 10 tapi sekarang dia udah pindah.
Gue : “Ah? Ar*z? Masih inget dia sama gue?”
Dini : “Iya, dia lagi disamping gue terus liat gue smsan sama lo. Ya ampun tam, cakep banget dah tuh orang sekarang”
Gue : “Ah? Masa sih cakep banget? paling mukanya engga banyak berubah. Yaudah deh salamin balik aja”
Dini : “Iya deh gue salamin lagi haha. Keren banget tam sekarang”
Gue : “Ah paling efek lighting kali din jadi keliatannya waw banget gitu”
Dini : “Yaelah tam suer deh, keluar dari 9 malah tambah waw haha”
Gue : “Yasudahlah...”
Dampaknya ->
Hari ini Dini sama Ari duduk dibelakang meja gue sama Andini dan pas mapel kesenian, kita bukannya nyatet tentang akor dan harmoni, yang lagi diajarin pak Yoyok malah ngobrol.
Dini : “Cie Tami dapet salam dari Ar*z haha”
Andini : “Ar*z siapa? Yang temen kita pas kelas 10?”
Dini : “Iya haha”
Gue : “Ih apaan sih? (cengar-cengir kuda)”
Dini : “Tenang, Tam, gue salamin balik deh. dia makin cakep loh, Tam”
Gue : “Apaan sih, Din?”
Andini : “Aaaa~ Tami kan ada perasaan yak sama Ar*z? Haha”
Gue : “Sumpah, Din, kaga, orang cuman nitip salam doang deh”
Andini : “Aaaaa~ haha”
***********************************************************************
23 April 2011
Gue sama Dini lagi ngobrolin blognya Dini yang baru jadi pas Diwa dateng dan niat belajar kimia sama anak-anak. Gue sama Dini masih aja ngomongin blog dan dengan muka innocent yang aneh, tiba-tiba Diwa ngajak Dini ngobrol.
Diwa : “Lo punya blog, bu?”
Dini : “Iya punya”
Diwa : “Itu isinya tentang apa?”
Dini : “Ya tentang curhatan guelah, Wa”
Diwa : “Iya, maksud gue kan ada yang kayak jejaring sosial gitu kan. gue pengen tuh bikin yang kayak begitu”
Gue : “... (merhatiin 2 orang ini ngobrol ngomongin blog-yang-mirip-jejaring-sosial)”
Dini : “Apaan sih, Diw? Tam, lo ngerti engga?”
Gue : “(tiba-tiba dapet wangsit dadakan) itu mah website kali, Diw, kalo gue sama Dini mah blog pribadi”
Diwa : “Oh iya, website..”
Dampak dari semua peristiwa diatas kerasa banget buat gue, Dini, dan Diwa. Kita jadi saling ngecengin satu sama lain engga berenti-berenti.
Gue : “Udah deh Din, kita ke Blue Mall aja terus buka blog-yang-mirip-jejaring-sosial haha (ketawa geli sambil ngeliatin muka gondoknya Dini sama Diwa)”
Dini : “Iya, Tam, terusnya duduknya disebelah Ar*z kaaaan? (nyoba bales dendam)”
Diwa : “Ah emang B(rengsek) lo tam”
Kamis, 21 April 2011
Surat cinta yang ditulis malam jumat (aduh, penulisnya galau).
Hasil karya gue ditengah-tengah pengajian malam jumat di rumah. check this!!
******************************************************************************
saya adalah seorang perempuan biasa. sangat biasa dan sangat sederhana. tapi ketika saya melihatmu berdiri disana, saya merasa sedikit lebih 'luar biasa'.
saya adalah seorang perempuan yang hidup dalam kehidupan yang salah. yang jauh dari kata benar. tapi ketika saya melihatmu tersenyum dari kejauhan, saya bisa merasa sedikit melangkah maju dan mendekati kata 'benar'.
saya menyukai warna kuning karena ketika saya melihat warna kuning, yang ada dibenak saya adalah matahari. sinarnya yang terang. matahari yang dibutuhkan oleh manusia. sumber kehidupan. dan setiap saya teringat matahari, muncul bayanganmu yang utuh. menyapa saya dan memberi sedikit senyuman. ada sinar yang begitu silau terpancar dari wajahmu, terang. dan saya membutuhkan 'matahari' sepertimu. sumber kehidupan, sumber inspirasi, sumber semangat baru untuk saya.
Saat kamu sedih, secara mendadak di kepala saya muncul seribu lelucon yang saya harap bisa membuatmu senyum lagi tapi pada kenyataan ngga ada satupun lelucon yang bisa saya ceritakan kepadamu karna keadaan. Saat kamu tersenyum karna berhasil mendapatkan apa yang kamu mau, saya sangat ingin mengucapkan berbagai macam kata pujian untuk keberhasilanmu tapi pada kenyataannya saya cuman bisa tersenyum dibalik teman yang lain dan berbisik mengucapkan selamat. Dan saat kamu bahagia berdiri disamping seseorang yang kamu pilih untuk jadi pasanganmu, pada akhirnya saya cuman bisa tersenyum karna bisa melihatmu senyum setiap hari, walopun senyuman itu bukan untuk saya tapi rasanya menyenangkan, walopun saya ngga bisa apa-apa tapi saya bisa mendoakan sesuatu yang baik untukmu setiap pagi, sebelum saya memulai hari.
saya adalah perempuan yang akan melihatmu dari kejauhan dan tersenyum bahagia saat itu juga. saya akan melepaskanmu terbang sebagaimana kupu-kupu, dan berharap serta berdoa kalau suatu saat nanti, disaat yang tidak terduga, kamu akan kembali datang dan menghampiri saya.
setiap malam, ketika saya menatap bintang terang di langit yang hitam, saya berharap kalau kamu juga akan melihat bintang yang sama seperti yang saya lihat. dan ketika saya tidak bisa menemukan bintang lagi, kamu akan menunjuk satu bintang yang tertutup oleh sebuah awan. saya tidak perduli jika bintang itu tidak terang, saya tidak perduli jika bintang itu bintang kecil dan hanya bintang biasa. yang terpenting adalah jika masih ada bintang, maka disitu akan terselip sebuah harapan.
seperti saya yang mengharapkan kalau kelak disuatu pagi ketika kamu terbangun, kamu akan berfikir kalau kamu perlu melihat saya tersenyum hari itu juga untuk memastikan saya bahagia dan kamu akan ikut bahagia juga. sama seperti yang selama ini saya rasakan di pagi hari.
******************************************************************************
saya adalah seorang perempuan biasa. sangat biasa dan sangat sederhana. tapi ketika saya melihatmu berdiri disana, saya merasa sedikit lebih 'luar biasa'.
saya adalah seorang perempuan yang hidup dalam kehidupan yang salah. yang jauh dari kata benar. tapi ketika saya melihatmu tersenyum dari kejauhan, saya bisa merasa sedikit melangkah maju dan mendekati kata 'benar'.
saya menyukai warna kuning karena ketika saya melihat warna kuning, yang ada dibenak saya adalah matahari. sinarnya yang terang. matahari yang dibutuhkan oleh manusia. sumber kehidupan. dan setiap saya teringat matahari, muncul bayanganmu yang utuh. menyapa saya dan memberi sedikit senyuman. ada sinar yang begitu silau terpancar dari wajahmu, terang. dan saya membutuhkan 'matahari' sepertimu. sumber kehidupan, sumber inspirasi, sumber semangat baru untuk saya.
Saat kamu sedih, secara mendadak di kepala saya muncul seribu lelucon yang saya harap bisa membuatmu senyum lagi tapi pada kenyataan ngga ada satupun lelucon yang bisa saya ceritakan kepadamu karna keadaan. Saat kamu tersenyum karna berhasil mendapatkan apa yang kamu mau, saya sangat ingin mengucapkan berbagai macam kata pujian untuk keberhasilanmu tapi pada kenyataannya saya cuman bisa tersenyum dibalik teman yang lain dan berbisik mengucapkan selamat. Dan saat kamu bahagia berdiri disamping seseorang yang kamu pilih untuk jadi pasanganmu, pada akhirnya saya cuman bisa tersenyum karna bisa melihatmu senyum setiap hari, walopun senyuman itu bukan untuk saya tapi rasanya menyenangkan, walopun saya ngga bisa apa-apa tapi saya bisa mendoakan sesuatu yang baik untukmu setiap pagi, sebelum saya memulai hari.
saya adalah perempuan yang akan melihatmu dari kejauhan dan tersenyum bahagia saat itu juga. saya akan melepaskanmu terbang sebagaimana kupu-kupu, dan berharap serta berdoa kalau suatu saat nanti, disaat yang tidak terduga, kamu akan kembali datang dan menghampiri saya.
setiap malam, ketika saya menatap bintang terang di langit yang hitam, saya berharap kalau kamu juga akan melihat bintang yang sama seperti yang saya lihat. dan ketika saya tidak bisa menemukan bintang lagi, kamu akan menunjuk satu bintang yang tertutup oleh sebuah awan. saya tidak perduli jika bintang itu tidak terang, saya tidak perduli jika bintang itu bintang kecil dan hanya bintang biasa. yang terpenting adalah jika masih ada bintang, maka disitu akan terselip sebuah harapan.
seperti saya yang mengharapkan kalau kelak disuatu pagi ketika kamu terbangun, kamu akan berfikir kalau kamu perlu melihat saya tersenyum hari itu juga untuk memastikan saya bahagia dan kamu akan ikut bahagia juga. sama seperti yang selama ini saya rasakan di pagi hari.
Rabu, 20 April 2011
Headset dan handphone, benda berharga dalam hidup gue
Kenapa headset dan handphone adalah benda berharga buat gue? jawabannya mudah. Headset: karena terlalu banyak suara yang tidak gue pilih untuk gue dengar. Gue hanya memilih suara yang mau gue dengar dan biasanya itu engga jauh-jauh dari handphone gue. handphone: karena sahabat-sahabat gue bisa gue bawa dalam handphone. Ketika gue jauh, sendiri, dan butuh mereka, mereka selalu ada. Mereka semua gue minimize ke handphone gue.
Dua benda itu adalah dua benda paling gue butuhkan sepanjang masa. Dimanapun, gimanapun, apapun. Mereka sahabat terbaik gue yang engga pernah ngeluh. Mereka mendengarkan gue. menenangkan.
Dua benda itu adalah dua benda paling gue butuhkan sepanjang masa. Dimanapun, gimanapun, apapun. Mereka sahabat terbaik gue yang engga pernah ngeluh. Mereka mendengarkan gue. menenangkan.
Selasa, 01 Maret 2011
"Gimana nih cara buka bagasi motornya Prima?"
Helloooooo~ malu nih gue udah lama ngga nongol eh tiba-tiba nongol hehe
Maaf ya ceman-ceman, jurnalku sayaaaaang.. bukan maksudku melupakanmu tapi aku sibuk sekali beberapa saat ini jadi ngga bisa ngeblog deh, maaf yaaaa... dimaafin bisa kali yaa... singkat cerita, setelah gue libur 5 hari minggu kemaren, guru bahasa inggris gue -> Miss Elly, nyuruh anak muridnya bikin cerita lucu versi inggris dan setelah berjam-jam mencoba mengutak-atik kamus akhirnya gue kelar nih ngerjain cerita lucu inggris versi gue dengan grammar yang belepotan. this is it! Check this out..
One day, I and my family went to the mall. When we arrived in there, my father decided to parking in the basement. Finally after a few minutes looking for parking area, my father got a parking place, after that, I and my family to go away to main entrance. Because the basement condition is quite, I stopped beside of another car.
I have a mirror in that car’s mirror. My sister, Vania, came to me and said, “what are you doing, sis?”
And I said, “To have a mirror. My hair is in a mess and I want to tidy my hair”. Finally, she followed me to have a mirror in that car. We both to have time to imitated some face characters. After a few minutes, mirror’s car were down. The fact, there is somebody inside of car.
“Oh my god!!!” we both said.
I and my sister run away and laughed together.
Memalukan? Ya jelas, banget malah. Tapi gue punya satu cerita lucu lagi yang ngga banget deh ah dan ini memalukan.
***************************************************************
Jadi diawal maret yang indah ini, tepatnya dihari selasa, di sekolah gue tercinta yaitu SMA Negri 9 Bekasi, gue mengalami tragedi memilukan hati. Jadi tadi pas gue mau ngambil baju olga di bagasi motor bareng close friend gue Ari, si Prima, temen sekelas gue, minta tolong ke gue supaya ngambil baju olganya di bagasi motornya. Gue sama Ari nurut-nurut aja, ngga mikir gue bakal kelimpungan nyariin motornya Prima yang ada diparkiran.
Finally, gue ngobok-ngobok parkiran buat nemuin motornya Prima. Dan akhirnya ketemu deh tuh motor skywave warna merah. Ari akhrinya ngasih kunci motornya ke gue. sesaat gue berfikir, gimana cara buka bagasinya?
“Ri, gimana cara buka bagasi motornya?” gue bertanya dengan muka innocent ke Ari.
“Ah? Ya mana gue tau tam” Ari juga ngga kalah innocent.
“Tadi katanya Prima, buka kuncinya lewat depan tapi.. lewat mana nih?” gue bingung sambil ngeliatin body motornya Prima.
Ari, dengan nekatnya, ngegerepe body motornya Prima dengan ekspresif sambil nyari kontak kuncinya. Gue pun membantu dengan terus ngeliatin body motornya Prima. Masih ngga ketemu dan gue masih bingung gimana cara negbuka bagasinya?
Beberapa menit kemudian, dateng Dini sambil nenteng baju olganya dari arah gerbang piket. Gue pun manggil Dini, “Dini.... Dini... sini deh”
Dini akhirnya nyamperin gue dan bertanya, “Kenapa tam?”
“Gimana nih cara buka bagasi motornya Prima?” tanya gue. Dini cengo. Diam seribu bahasa dan gue berani nyimpulin kalo dia ngga tau apa-apa. Dan setelah itu, datenglah temen sekelas gue yang lain, namanya Bram. Lagi-lagi gue memberanikan diri manggil si Bram, “Bram... Bram... sini deh” dan setelah Bram nyamperin gue, gue kembali mengulang pertanyaan yang sama ke dia. Bagaimana cara ngebuka bagasi motornya Prima?. Setelah ngotak-ngatik motornya Prima, Bram ternyata ngga bisa juga ngebuka bagasi motornya Prima. Gue ngelirik Ari, dia masih aja ngegerepe motornya Prima dengan muka serius, udah ngalahin mukanya orang yang lagi ngerjain soal kimia deh. suer deeehh.
Dan akhirnya lewatlah Diwa disisi lain parkiran, lagi lagi lagi gue memberanikan diri buat ngasih tumbal ke motornya Prima, “Diwaaa... Diwa... sini deh!” Diwa, dengan sigap, langsung kearah gue dan lagi lagi lagi, gue ngajuin pertanyaan yang sama ke Diwa.
Dan lo tau kayak apa reaksinya Diwa? Dia bilang gini, “Ya ampun, ternyata dari tadi lo ngga bisa.. sini deh” gue menganga bego pas denger Diwa bilang gitu. Diwa berlalu disamping gue sementara gue masih ngebatu di tempat. Dan Ya Allah ternyata buka bagasinya gampang banget, tinggal masukin ke kontak kuncinya aja trus diputer biasa doang, Ya Allah... gue sampe ngorbanin 2 orang cuman buat ngebuka bagasi motor kayak gitu doang? Good job, tam.
Abis itu gue ketawa-ketiwi sama Ari, memaklumi kebegoan kita berdua. Dan pas kita berdua balik ke kelas sambil bawa baju olganya Prima, banyak deh yang ngetawain gue sama Ari gara-gara hal beginian. Siapa lagi provokatornya kalo bukan Diwa, Masya Allah..
Jadi, ini cerita lucu atau cerita bodoh?
Maaf ya ceman-ceman, jurnalku sayaaaaang.. bukan maksudku melupakanmu tapi aku sibuk sekali beberapa saat ini jadi ngga bisa ngeblog deh, maaf yaaaa... dimaafin bisa kali yaa... singkat cerita, setelah gue libur 5 hari minggu kemaren, guru bahasa inggris gue -> Miss Elly, nyuruh anak muridnya bikin cerita lucu versi inggris dan setelah berjam-jam mencoba mengutak-atik kamus akhirnya gue kelar nih ngerjain cerita lucu inggris versi gue dengan grammar yang belepotan. this is it! Check this out..
One day, I and my family went to the mall. When we arrived in there, my father decided to parking in the basement. Finally after a few minutes looking for parking area, my father got a parking place, after that, I and my family to go away to main entrance. Because the basement condition is quite, I stopped beside of another car.
I have a mirror in that car’s mirror. My sister, Vania, came to me and said, “what are you doing, sis?”
And I said, “To have a mirror. My hair is in a mess and I want to tidy my hair”. Finally, she followed me to have a mirror in that car. We both to have time to imitated some face characters. After a few minutes, mirror’s car were down. The fact, there is somebody inside of car.
“Oh my god!!!” we both said.
I and my sister run away and laughed together.
Memalukan? Ya jelas, banget malah. Tapi gue punya satu cerita lucu lagi yang ngga banget deh ah dan ini memalukan.
***************************************************************
Jadi diawal maret yang indah ini, tepatnya dihari selasa, di sekolah gue tercinta yaitu SMA Negri 9 Bekasi, gue mengalami tragedi memilukan hati. Jadi tadi pas gue mau ngambil baju olga di bagasi motor bareng close friend gue Ari, si Prima, temen sekelas gue, minta tolong ke gue supaya ngambil baju olganya di bagasi motornya. Gue sama Ari nurut-nurut aja, ngga mikir gue bakal kelimpungan nyariin motornya Prima yang ada diparkiran.
Finally, gue ngobok-ngobok parkiran buat nemuin motornya Prima. Dan akhirnya ketemu deh tuh motor skywave warna merah. Ari akhrinya ngasih kunci motornya ke gue. sesaat gue berfikir, gimana cara buka bagasinya?
“Ri, gimana cara buka bagasi motornya?” gue bertanya dengan muka innocent ke Ari.
“Ah? Ya mana gue tau tam” Ari juga ngga kalah innocent.
“Tadi katanya Prima, buka kuncinya lewat depan tapi.. lewat mana nih?” gue bingung sambil ngeliatin body motornya Prima.
Ari, dengan nekatnya, ngegerepe body motornya Prima dengan ekspresif sambil nyari kontak kuncinya. Gue pun membantu dengan terus ngeliatin body motornya Prima. Masih ngga ketemu dan gue masih bingung gimana cara negbuka bagasinya?
Beberapa menit kemudian, dateng Dini sambil nenteng baju olganya dari arah gerbang piket. Gue pun manggil Dini, “Dini.... Dini... sini deh”
Dini akhirnya nyamperin gue dan bertanya, “Kenapa tam?”
“Gimana nih cara buka bagasi motornya Prima?” tanya gue. Dini cengo. Diam seribu bahasa dan gue berani nyimpulin kalo dia ngga tau apa-apa. Dan setelah itu, datenglah temen sekelas gue yang lain, namanya Bram. Lagi-lagi gue memberanikan diri manggil si Bram, “Bram... Bram... sini deh” dan setelah Bram nyamperin gue, gue kembali mengulang pertanyaan yang sama ke dia. Bagaimana cara ngebuka bagasi motornya Prima?. Setelah ngotak-ngatik motornya Prima, Bram ternyata ngga bisa juga ngebuka bagasi motornya Prima. Gue ngelirik Ari, dia masih aja ngegerepe motornya Prima dengan muka serius, udah ngalahin mukanya orang yang lagi ngerjain soal kimia deh. suer deeehh.
Dan akhirnya lewatlah Diwa disisi lain parkiran, lagi lagi lagi gue memberanikan diri buat ngasih tumbal ke motornya Prima, “Diwaaa... Diwa... sini deh!” Diwa, dengan sigap, langsung kearah gue dan lagi lagi lagi, gue ngajuin pertanyaan yang sama ke Diwa.
Dan lo tau kayak apa reaksinya Diwa? Dia bilang gini, “Ya ampun, ternyata dari tadi lo ngga bisa.. sini deh” gue menganga bego pas denger Diwa bilang gitu. Diwa berlalu disamping gue sementara gue masih ngebatu di tempat. Dan Ya Allah ternyata buka bagasinya gampang banget, tinggal masukin ke kontak kuncinya aja trus diputer biasa doang, Ya Allah... gue sampe ngorbanin 2 orang cuman buat ngebuka bagasi motor kayak gitu doang? Good job, tam.
Abis itu gue ketawa-ketiwi sama Ari, memaklumi kebegoan kita berdua. Dan pas kita berdua balik ke kelas sambil bawa baju olganya Prima, banyak deh yang ngetawain gue sama Ari gara-gara hal beginian. Siapa lagi provokatornya kalo bukan Diwa, Masya Allah..
Jadi, ini cerita lucu atau cerita bodoh?
Minggu, 16 Januari 2011
Obsesi yang terbuang
Pertama-tama sebelum gue mulai mengeluh lagi, kok rasanya judul postingannya kayak judul sinetroon sih???
*********************************************************
Pernah ngerasa ngga sih kalo lo itu adalah orang jahat? Gue pernah, sering malah. Dan gatau kenapa ya akhir-akhir ini gue lagi ngerasa superjahat.
Pernah ngga sih lo kepengen banget sesuatu, lo siap ngelakuin apapun untuk dapet sesuatu itu dan tempur abis-abisan buat dapet sesuatu itu tapi... ketika sesuatu itu hampir aja jadi kenyataan tiba-tiba lo mikir: apa ini yang bener-bener lo pengenin?.
Ini terjadi sama gue!!!!!!!!!
Mungkin sesuatu yang gue pengenin itu bukan tulus dari hati tapi cuman sekedar obsesi dan ketika obsesi itu hampir jadi nyata, hati nurani gue pun berbicara dan menyadarkan gue sehingga pada akhirnya gue menolak keberadaan obsesi itu, apapun alasannya.
Gue sebenernya bermaksud baik tapi mungkin caranya salah. Dimana gue menolak obsesi lo itu untuk jadi nyata supaya gue ngga bisa menyakitinya karena gue tau kalo obsesi gue jadi nyata, semuanya malah akan berakhir menyakitkan.
Atau mungkin gue menolak obsesi gue jadi nyata itu karena sebenernya gue ngga siap dengan keadaan yang sama sekali tidak mendukung obsesi itu. atau mungkin karena gue malu dengan obsesi gue yang ternyata seperti itu. atau yang paling parah, gue emang ngga pernah serius buat ngewujudin obsesi gue itu? dalam arti kata gue cuman bermain sama obsesi gue itu (gue mulai ngga ngerti ini ttg apaan).
Dan ketika gue sadar kalo obsesi gue itu cuman pelarian dari hati nurani gue yang ngga tercapai, gue ngerasa sangat bersalah dan menjadi orang-paling-jahat-sekabupaten yaaa... hanya gue dan Allah SWT lah yang mengerti keadaan semraut ini -_-
*********************************************************
Pernah ngerasa ngga sih kalo lo itu adalah orang jahat? Gue pernah, sering malah. Dan gatau kenapa ya akhir-akhir ini gue lagi ngerasa superjahat.
Pernah ngga sih lo kepengen banget sesuatu, lo siap ngelakuin apapun untuk dapet sesuatu itu dan tempur abis-abisan buat dapet sesuatu itu tapi... ketika sesuatu itu hampir aja jadi kenyataan tiba-tiba lo mikir: apa ini yang bener-bener lo pengenin?.
Ini terjadi sama gue!!!!!!!!!
Mungkin sesuatu yang gue pengenin itu bukan tulus dari hati tapi cuman sekedar obsesi dan ketika obsesi itu hampir jadi nyata, hati nurani gue pun berbicara dan menyadarkan gue sehingga pada akhirnya gue menolak keberadaan obsesi itu, apapun alasannya.
Gue sebenernya bermaksud baik tapi mungkin caranya salah. Dimana gue menolak obsesi lo itu untuk jadi nyata supaya gue ngga bisa menyakitinya karena gue tau kalo obsesi gue jadi nyata, semuanya malah akan berakhir menyakitkan.
Atau mungkin gue menolak obsesi gue jadi nyata itu karena sebenernya gue ngga siap dengan keadaan yang sama sekali tidak mendukung obsesi itu. atau mungkin karena gue malu dengan obsesi gue yang ternyata seperti itu. atau yang paling parah, gue emang ngga pernah serius buat ngewujudin obsesi gue itu? dalam arti kata gue cuman bermain sama obsesi gue itu (gue mulai ngga ngerti ini ttg apaan).
Dan ketika gue sadar kalo obsesi gue itu cuman pelarian dari hati nurani gue yang ngga tercapai, gue ngerasa sangat bersalah dan menjadi orang-paling-jahat-sekabupaten yaaa... hanya gue dan Allah SWT lah yang mengerti keadaan semraut ini -_-
Jumat, 07 Januari 2011
January, 7 2011.. with love
Hellooooo everybody.. ada yang kangen gue? harusnya sih ada, mengingat betapa lamanya sudah gue ngga pernah nongol lagi tapi kalo ngga ada ya nggapapa deh, yuuuuuks mari.. kita capcus!
Pertama-tama sekali, gue.. Nadia Pratiwi Utami dan keluarga besar gue, yang sebenernya ngga besar-besar banget, mengucapkan HAPPY NEW YEAR 2011!! Ya walopun udah telat ngucapin ngga apa-apa kali yaa. Semoga di tahun yang baru ini, muncul harapan-harapan baru dan segala sesuatu yang baru, seperti: rumah baru, handphone baru, mobil baru.. hahaha. Yang terpenting adalah semoga di tahun baru ini kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam melakukan segala sesuatunya dan kita juga bisa makin berguna buat bangsa, negara, dan masyarakat sekitar kita. Amin.
Kedua, gue mau kembali mengeluh tentang kehidupan gue. entah kenapa ya, kayaknya gue jarang banget deh bersyukur di blog ini, kalo gue inget-inget setiap ngeblog gue pasti kerjaannya ngeluh ngga berenti-berenti padahal hidup ini ngga patut buat kita keluhin tapi harusnya buat disyukurin. Dan kalo gue inget-inget lagi, hidup gue cuman stuck gitu-gitu aja, ngga ada kejadian super-duper-mahadasyat yang bisa gue keluhin dari hidup gue tapi godaan buat mengeluh selalu aja ada dipikiran gue.
Jadi, apa yang mau gue keluhkan?
This is it. Gue mau mengeluh tentang libur sekolah yang cuman dua minggu. Bayangkan aja sodara-sodara, apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswi biasa, yang kerjaannya sekolah dari senin sampe sabtu dan ditumpahi tugas seabrek-abrek di kehidupannya seperti: di sekolah dan di rumah, ketika sedang berlibur di waktu yang sangat sempit itu? waktu dua minggu itu sangat amat kurang. Bayangin selama berbulan-bulan gue nahan rasa kebelet buat berkunjung ke bioskop dan nonton disana bersama temen-temen gue, selama berbulan-bulan itu juga gue nahan rasa pengen ke dufan atau ke tempat rekreasi lainnya, belom lagi kalo gue pengen nostalgia sama temen-temen, pengen makan di warung PKL dipinggiran Jl. Narogong, itu semua gue tahan berbulan-bulan karna ngga punya waktu. Dan ketika dateng hari minggu, dari semua options diatas, akhirnya gue memilih satu kegiatan paling berguna: di rumah, tidur dan beristirahat sejenak untuk melemaskan otot syaraf yang udah pada kenceng.
Dan dua minggu ini, gue menghabiskan berjam-jam waktu buat main sama temen-temen gue. banyak-banyak ke mall, banyak jalan-jalan, banyak keliling narogong, banyak nonton bioskop, banyak nonton siaran teve yang biasa disiarin di jam gue sekolah dan itu menyenangkan! sedikit atau banyak liburan dua minggu ini sangat bermakna dan menyenangkan walopun ada kalanya juga gue bersemedi di rumah. Tapi tetep aja nyenengin. hm.. oh iya, gimana dengan liburanmu?
Dan sebentar lagi liburan indah ini berakhir. Senin besok gue udah harus berangkat siang-siang lagi sampe badan gue belang dimana-mana, gue juga udah harus pake seragam putih-abu gue lagi, bawa tas yang beratnya udah nyaingin bas betot. Oh! ngga ada lagi nyantai di rumah, ngga ada lagi main sepuas hati, gue bakal kanen banget sama kegiatan-kegiatan menyenangkan itu.
Tapi, ayo kita ambil nilai positifnya!!! Pertama, gue bisa ketemu lagi sama temen-temen SMA gue yang kurang beruntung karna ngga ketemu gue selama liburan kemaren. Dengan ketemu sama mereka, gue bisa tersenyum selebar-lebarnya sama mereka, kaaaan?!! Senyum itu kan ibadah. Kedua, gue bisa ngumpul sama temen-temen gue yang deket banget, yang ketika liburan kemaren kita ngga sempet juga ketemu sama gue dengan alesan tertentu. Kita bisa balik sharing kayak dulu lagi deeehhh. Ketiga, gue bisa menuntut ilmu yang sangat amat berguna buat masa depan gue lagi (entah kenapa malem ini gue melankolis banget). Ke-empat, gue bisa ketemu dengan “yang-bisa-bikin-gue-semangat-sekolah-lagi”.
Pertama-tama sekali, gue.. Nadia Pratiwi Utami dan keluarga besar gue, yang sebenernya ngga besar-besar banget, mengucapkan HAPPY NEW YEAR 2011!! Ya walopun udah telat ngucapin ngga apa-apa kali yaa. Semoga di tahun yang baru ini, muncul harapan-harapan baru dan segala sesuatu yang baru, seperti: rumah baru, handphone baru, mobil baru.. hahaha. Yang terpenting adalah semoga di tahun baru ini kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam melakukan segala sesuatunya dan kita juga bisa makin berguna buat bangsa, negara, dan masyarakat sekitar kita. Amin.
Kedua, gue mau kembali mengeluh tentang kehidupan gue. entah kenapa ya, kayaknya gue jarang banget deh bersyukur di blog ini, kalo gue inget-inget setiap ngeblog gue pasti kerjaannya ngeluh ngga berenti-berenti padahal hidup ini ngga patut buat kita keluhin tapi harusnya buat disyukurin. Dan kalo gue inget-inget lagi, hidup gue cuman stuck gitu-gitu aja, ngga ada kejadian super-duper-mahadasyat yang bisa gue keluhin dari hidup gue tapi godaan buat mengeluh selalu aja ada dipikiran gue.
Jadi, apa yang mau gue keluhkan?
This is it. Gue mau mengeluh tentang libur sekolah yang cuman dua minggu. Bayangkan aja sodara-sodara, apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswi biasa, yang kerjaannya sekolah dari senin sampe sabtu dan ditumpahi tugas seabrek-abrek di kehidupannya seperti: di sekolah dan di rumah, ketika sedang berlibur di waktu yang sangat sempit itu? waktu dua minggu itu sangat amat kurang. Bayangin selama berbulan-bulan gue nahan rasa kebelet buat berkunjung ke bioskop dan nonton disana bersama temen-temen gue, selama berbulan-bulan itu juga gue nahan rasa pengen ke dufan atau ke tempat rekreasi lainnya, belom lagi kalo gue pengen nostalgia sama temen-temen, pengen makan di warung PKL dipinggiran Jl. Narogong, itu semua gue tahan berbulan-bulan karna ngga punya waktu. Dan ketika dateng hari minggu, dari semua options diatas, akhirnya gue memilih satu kegiatan paling berguna: di rumah, tidur dan beristirahat sejenak untuk melemaskan otot syaraf yang udah pada kenceng.
Dan dua minggu ini, gue menghabiskan berjam-jam waktu buat main sama temen-temen gue. banyak-banyak ke mall, banyak jalan-jalan, banyak keliling narogong, banyak nonton bioskop, banyak nonton siaran teve yang biasa disiarin di jam gue sekolah dan itu menyenangkan! sedikit atau banyak liburan dua minggu ini sangat bermakna dan menyenangkan walopun ada kalanya juga gue bersemedi di rumah. Tapi tetep aja nyenengin. hm.. oh iya, gimana dengan liburanmu?
Dan sebentar lagi liburan indah ini berakhir. Senin besok gue udah harus berangkat siang-siang lagi sampe badan gue belang dimana-mana, gue juga udah harus pake seragam putih-abu gue lagi, bawa tas yang beratnya udah nyaingin bas betot. Oh! ngga ada lagi nyantai di rumah, ngga ada lagi main sepuas hati, gue bakal kanen banget sama kegiatan-kegiatan menyenangkan itu.
Tapi, ayo kita ambil nilai positifnya!!! Pertama, gue bisa ketemu lagi sama temen-temen SMA gue yang kurang beruntung karna ngga ketemu gue selama liburan kemaren. Dengan ketemu sama mereka, gue bisa tersenyum selebar-lebarnya sama mereka, kaaaan?!! Senyum itu kan ibadah. Kedua, gue bisa ngumpul sama temen-temen gue yang deket banget, yang ketika liburan kemaren kita ngga sempet juga ketemu sama gue dengan alesan tertentu. Kita bisa balik sharing kayak dulu lagi deeehhh. Ketiga, gue bisa menuntut ilmu yang sangat amat berguna buat masa depan gue lagi (entah kenapa malem ini gue melankolis banget). Ke-empat, gue bisa ketemu dengan “yang-bisa-bikin-gue-semangat-sekolah-lagi”.
Langganan:
Postingan (Atom)